Definisi SDLC dan Penggunaan SDLC Pada Sistem Penyewaan Mobil Berbasis WEB

1. Definisi SDLC (System Develompment Live Cycle).

SDLC (The Systems Development Life Cycle) adalah model konseptual yang digunakan dalam manajemen proyek yang menggambarkan tahap-tahap yang terlibat dalam suatu proyek pengembangan sistem informasi dari studi kelayakan awal melalui pemeliharaan aplikasi selesai. Berbagai metodologi SDLC telah dikembangkan untuk memandu proses-proses yang terlibat termasuk model air terjun (metode SDLC asli), pengembangan aplikasi cepat (RAD), pengembangan aplikasi bersama (JAD), air mancur model dan spiral model. Sebagian besar, beberapa model digabungkan menjadi semacam metodologi hibrida. Dokumentasi ini penting terlepas dari jenis model yang dipilih atau diciptakan untuk aplikasi apapun, dan biasanya dilakukan secara paralel dengan proses pembangunan. Beberapa metode bekerja lebih baik untuk jenis proyek tertentu, tetapi dalam analisis akhir, faktor yang paling penting bagi keberhasilan proyek ini dapat seberapa dekat rencana tertentu diikuti.

Tujuh langkah di bawah merupakan life cycle yang paling sering digunakan oleh para software developer profesional.

1) Studi kelayakan.
Dilakukan oleh software developer dengan mempelajari konsep sistem yang diinginkan oleh pihak manajemen, apakah sistem baru tersebut realistis dalam masalah pembiayaan, waktu, serta perbedaan dengan sistem yang ada sekarang. Biasanya, dalam tahap ini diputuskan untuk meng-update sistem yang ada, atau menggantinya dengan yang baru.

2) Analisis.
Pengguna dan software deve loper bekerjasama mengumpulkan, mempelajari, dan merumuskan kebutuhan-kebutuhan bisnis.

3) Desain.
Pada langkah ini dilakukan pembuatan blueprint sistem. Di dalamnya termasuk penyesuaian dengan arsitektur telekomunikasi, hardware, dan software untuk pengembangan lebih lanjut, serta membuat model sistem menciptakan model graphical user interface (GUI), database, dan lainlain.

4) Pengembangan.
Di sini, barulah para programmer melakukan coding untuk menerapkan desain kedalam sistem yang sesungguhnya, membuat program, dan menyiapkan database.

5) Pengujian.
Setelah sistem berhasil dikembangkan, langkah selanjutnya adalah pengujian untuk melihat apakah sistem telah sesuai dengan harapan dan kebutuhan pengguna. Dalam tahap ini, juga dilakukan debugging dan penyesuaian-penyesuaian akhir.

6) Implementasi.
Pada tahap ini, software yang telah diuji siap diimplementasikan kedalam sistem pengguna. Pembuatan user guide dan pelatihan juga dilakukan dalam tahap ini.

7) Perawatan.
Perawatan dimaksudkan agar sistem yang telah diimplemantasikan dapat mengikuti perkembangan dan perubahan apapun, yang terjadi guna meraih tujuan penggunaannya. Help desk untuk membantu pengguna, serta perubahan yang dianggap penting dapat dilakukan terhadap sistem dalam tahap ini. Jika memperhatikan langkah-langkah di atas, coding dan debugging yang selama ini menjadi pekerjaan utama software developer, hanyalah dua dari tujuh tahapan dalam SDLC. Di luar kedua langkah tersebut, SDLC lebih banyak berkutat pada urusan manajemen (non-teknis), yang mungkin kurang mendapat perhatian dari pada software developer.

2. SDLC Pada Sistem Penyewaan Mobil Berbasis WEB.

Badan yang bergerak dibidang Pelayanan Jasa Rental Mobil Online ini mempunyai sistem dengan tahap-tahap sebagai berikut :

Tahap Planning
Dalam tahap ini sama dengan tahap SDLC :
• Feasibility yaitu keberadaan dari legalitas, organisasi, teknik, dan ekonomi.
Dalam tahapan ini jika tahap feasibility hasilnya baik, maka ke tahap investigasi dalam tahap ini, client dalam hal ini (penyewa) diberikan sebuah form untuk register sebagai anggota dari Website ini, Kemudian form ini di input oleh client dan secara otomatis akan tersimpan pada database server (dalam hal ini ADMIN).

Tahap Analisa.
Pada tahap ini dibagi menjadi beberapa :
• Analisa Informasi, mengenai informasi static dan informasi dinamis yang digunakan
• Analisa Biaya dan Resiko
Dalam tahap analisa menggunakan metoda Waterfall karena dengan menggunakan metodw waterfall pengelola sistem akan mengetahui apa saja yang di butuhkan oleh sistem.

Tahap Desain
Design database merupakan hubungan relasi antara table dapat berupa normalisasi, dan menggambarkan secara detail masukan dan keluaran data.

Tahap Implementasi
Dalam tahap terakhir ini menjadi beberapa :
A. Pemilihan Sumber daya Hardware, Software:
1. Spesifikasi Minimun Hardware yang digunakan Sebagai Berikut :
• Prosesor Intel Pentium 4
• RAM 512 MB
• VGA 256 MB
• Harddisk 80 GB
• Monitor
2. Spesifikasi Minimun Software yang digunakan Sebagai Berikut :
• Windows XP sebagai Operating Sistemnya.
• AppServ sebagai software PHPnya.
B. Update Informasi atau update teknologi ( Maintenance ) dilakukan setiap

0 komentar:

Poskan Komentar